Tangerang -Di usia yang masih sangat belia, Tasya Lau membuktikan bahwa bakat tidak mengenal umur. Lahir di Tangerang, 24 April, gadis yang akrab disapa Tasya ini adalah sosok artis remaja multitalenta dengan darah Sunda, Jawa, dan Belanda.
Perjalanan Tasya di dunia entertainment dimulai bukan dari panggung besar, melainkan dari hal kecil: lomba mendongeng, model majalah anak-anak, hingga bintang iklan nasional seperti Chocolatos, Lemonilo, dan program Kemendikbud. Tak berhenti di situ, ia juga melebarkan sayap ke dunia tari tradisional, sinetron, dan film layar lebar.
Puncak keseriusannya di dunia tarik suara terlihat dari 3 single yang telah ia rilis: “Mama Papa Bilang” (singel grup vokal) yang bercerita tentang cinta remaja dengan pesan moral yang kuat, “Ramadhan” (Singel Solo) yang bernuansa religi dan “Rindu Ibu” (Singel Solo) yang bercerita tentang kerinduan seorang anak kepada ibunya. Ketiga lagu tersebut berhasil diterima dengan baik, terutama di kalangan remaja.
Kemampuannya di atas panggung kembali terbukti saat ia tampil memukau di acara *Hizuna Matsuri 2024: The Harmoni Culture of Indonesia-Japan* di Hotel Bidakara Jakarta pada malam pergantian tahun. Meski mendapat undangan mendadak, Tasya yang saat itu masih duduk di kelas 9 SMP berhasil membawakan lagu “Akhir Tak Bahagia” dan “Cinta Terbaik” dengan performa luar biasa.
Selain sibuk di dunia tarik suara Tasya pun di sibuk kan dengan dunia akting yang memang sudah sejak lama di jalani oleh Tasya, beberapa Film pun pernah Tasya Lakoni seperti : “Tanah Wakaf Dan Pandemi”, “Kembang Padjajaran” (MNC Picture), “Terjerat Cinta Sahabat” (RCTI), Indie Movie “Rindu Ibu”, dll.
Dengan dukungan penuh dari kedua orang tuanya, serta idolanya Billie Eilish, Tasya Lau kini mantap melangkah. Ia bukan hanya penyanyi, tapi paket lengkap entertainer masa depan Indonesia.






